Skenario C Blok 8
Mr. C 30 years old (bodyweight = 90 kg;
height = 168 cm), works as a businessman. He always eats fastfood for his lunch
and dinner. Usually he likes to eat seafoods (lobster), meats, thrive, chicken,
and nuts for his lunch and dinner. He also likes to drink a vitamin C
supplement. Two days ago, he went to family practice doctor because he felt
very pain at both of his ankle and some of the fingers. The doctor also asked
Mr. C to check the blood in laboratory:
·
Total kolesterol = 300 mg/dl
·
LDL = 190 mg/dl
·
HDL = 40 mg/dl
·
Trigliserida = 350 mg/dl
·
Asam Urat = 7,9 mg/dl
·
pH urin = 7
According to the examination Mr. C
suffered from Gout Arthritis and Hyperlipidemia
I.
Klarifikasi
Istilah
1.
Fastfood : Makanan yang
dimasak dan disajikan dengan cepat
2.
Thrive :
Jeroan / isi perut hewan (babat, usus,
limpa, dsb)
3.
Supplement : Kombinasi 2 atau
lebih vitamin yang berfungsi untuk penambah dan penunjang kesehatan tubuh.
4.
Ankle : Bagian persendian antara kaki dan tungkai
bawah; tarsus.
5.
Uric Acid : Produk akhir
katabolisme purin.
6.
Gout Arthritis : Peradangan sendi
akibat sekelompok gangguan metabolisme purin dan pirimidin.
7.
Hyperlipidemia : Peningkatan konsentrasi
setiap atau semua lipid yang ada di dalam plasma.
8. Vitamin
: Setiap substansi organik yang tidak saling berhubungan dan
terdapat dalam makanan.
9.
Pain :
Rasa tidak nyaman, menderita, atau
nyeri disebabkan rangsangan pada ujung-ujung syaraf.
II. Identifikasi Masalah
Main
Problem:
Tn. C menderita Gout Arthritis dan Hiperlipidemia.
III.
Analisis
Masalah
1. Tn.
C 30 tahun, BB = 90 kg, tinggi = 168 cm, bekerja sebagai pengusaha.
a. Bagaimana
IMT Tn. C?
Tabel
ambang batas IMT berdasarkan depkes RI:
|
|
Kategori
|
IMT
|
|
Kurus
|
Kekurangan
berat badan tingkat berat
|
< 17,0
|
|
Kekurangan berat badan tingkat ringan
|
17,0 – 18,4
|
|
|
Normal
|
|
18,5 – 25,0
|
|
Gemuk
|
Kelebihan
berat badan tingkat ringan
|
25,1 – 27,0
|
|
Kelebihan
berat badan tingkat berat
|
> 27,0
|
Berdasarkan
tabel diatas Tn. C termasuk kategori gemuk dengan tingkat berat
(obesitas).
b. Bagaimana
hubungan antara jenis kelamin, usia dan pekerjaan serta obesitas dengan
hiruricemia dan hiperlipidemia?
Umumnya laki-laki lebih
mudah terkena hiperuricemia dan hiperlipidemia karena tidak adanya hormon
estrogen pada laki-laki. Karena hormon estrogen dapat membantu pembuangan asam
urat dan metabolime lipid. Peluang terjadinya hiperuricemia dan hiperlipidemia
pada laki-laki juga meningkat seiring dengan penambahan usia dan mencapai
puncaknya pada usia 30 tahun. Pekerjaan Tn. C yang merupakan seorang pengusaha
juga bisa memicu hiperlipidemia karena biasanya seorang pengusaha jarang
melakukan kegiatan fisik atau olahraga.
2. Tn
C selalu makan makanan cepat saji untuk makan siang dan makan malam. Biasanya
dia makan seafoods (lobster), daging, thrive, ayam, dan kacang-kacangan untuk
makan siang dan makan malam.
a. Bagaimana
pola makan yang sehat bagi penderita hiperuricemia dan hiperlipidemia?
a.
Pembatasan purin
Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka
penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Namun karena
hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini
hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi
asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung
600-1.000 mg purin per hari). Makan-makanan yang mengandung purin antara lain;
-
Jeroan (jantung, hati, lidah ginjal, usus)
-
Sarden
-
Kerang
-
Ikan
herring
-
Kacang-kacangan
-
Bayam
-
Udang
-
Daun
melinjo
b.
Kalori sesuai kebutuhan
Jumlah asupan kalori harus
benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat
badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya
harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan
kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena
adanya badan keton yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urin
c.
Tinggi karbohidrat
Karbohidrat kompleks seperti
nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan
asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang
dari 100 gram per hari. Karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula,
permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa akan
meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
d.
Rendah protein
Protein
terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam
darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi,
misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa. Asupan protein yang dianjurkan
bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1
gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalah protein nabati
yang berasal dari susu, keju dan telur.
e.
Rendah lemak
Lemak
dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng,
bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak
sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.
f.
Tinggi cairan
Konsumsi
cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu,
Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10
gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain
dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung
banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas,
belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang
lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin.
Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya
mempunyai kandungan lemak yang tinggi.
g.
Tanpa alkohol
Berdasarkan
penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol
lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah
karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan
menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.
b. Apa
kandungan:
·
Fastfood
·
Seafood (lobster)
·
Daging
·
Thrive
·
Ayam
·
Kacang-kacangan
Jawab:
·
Fastfood
Ø Tinggi kalori, rata - rata makanan fast
food mengandung sebanyak 50% dari jumlah kalori yang diperlukan sehari,
berkisar antara 400 kalori sampai 1500 kalori. Hamburger yang besar, kentang
goreng, milk shake mengandung 1.200 kalori, yang merupakan total kalori perhari
yang diperlukan tubuh untuk seorang yang sedang menjalani diet. Mengurangi
asupan makanan.
Ø Tinggi lemak, berkisar antara 40 - 60%
kalori dalam fast food berasal dari lemak. Bahan seperti keju, mayonaise, kream
dan metode deep frying mengandung tinggi lemak dalam makanan ini. Makanan yang
diolah dengan cara deep frying adalah lemak sapi dan mengandung telur yang juga
mengandung tinggi kolesterol.
Ø Tinggi garam. beberapa jenis makanan
mengandung tinggi natrium. Misalnya cheese burger mengandung 1.400 mg Natrium,
yang merupakan lebih dari 1/3 gram maksimum yang dianjurkan perhari yang
besarnya 3.300 mg atau 1.5 sendok teh garam per hari.
Ø Tinggi kandungan gula. Asupan gula terbesar dari
minuman dan desert. Misalnya sekaleng minuman ringan mengandung 8 sendok teh
gula, doughnut mengandung 6 sendok teh gula. Kandungan gula yang cukup tinggi
ini memberikan kontribusi yang cukup besar pada jumlah kalori yang dimakan.
Ø Rendah kandungan serat. Makanan fast food
biasanya mengandung rendah serat, kecuali salad. Makanan khas fried chicken
sekali makan yang biasanya terdiri dari 2 potong ayam, mashed potatoes dan
soft drink, total mengandung kurang dari 1 gram serat makanan, yang
jumlahnya tak berarti dibanding dengan anjuran serat sebanyak 40 gram per hari.
·
Seafood
(lobster)
Lobster memiliki kandungan
kalori. Dalam 100g Lobster memiliki 90 kalori.
o Protein
Lobster adalah sumber protein yang sangat baik. Protein penting
bagi tubuh kita untuk energi dan pemantapan produksi gula darah. Hal ini juga
membantu menurunkan berat badan. Kandungan protein lobster lebih tinggi dari
ayam dan sapi, sedangkan kalori nya lebih rendah daripada daging ayam dan sapi.
o Asam lemak omega-3
Daging lobster mengandung asam lemak omeg-3 dalam jumlah tinggi.
Asam lemak omega-3 penting untuk mencegah penyakit jantung dan menjaga
kesehatan jantung. Telah terbukti bahwa orang-orang yang beresiko tinggi
terhadap gangguan jantung,mendapat manfaat dari lobster karena kandungan
omega-3 di dalamnya.
o Membantu menurunkan berat badan
Lobster adalah makanan pilihan yang sangat baik bagi orang yang ingin
mengubah gaya hidup, dan membuatnya menjadi lebih sehat dan lebih baik. Lobster
sangat rendah lemak, rendah kalori dan rendah kolesterol, tetapi masih
memberikan nutrisi yang diperlukan.
o Daging lobster mengandung, vitamin ,seng, kalium, vitamin B12 dan
selenium. Semua itu sangat penting bagi kesehatan. Kandungan seng di dalam
lobster dapat meningkatkan vitalitas, libido menjadi lebih kuat dan tahan lama
serta meningkatkan stamina.
·
Daging
Ø Setiap
100 gr daging sapi
Protein 19-20 gr, makanan
olahan 24-55 gr
Lemak 22 gr
Besi, vitamin larut lemak,
vitamin B1, vitamin B2, kalsium
Ø Setiap 4
ons daging kambing
Kalori 124 kal
Lemak total 2,6gr
Lemak jenuh 0,8gr
Kolesterol 64mg
Sodium 92mg
Potasium 436gr
Protein 25mg
Zat besi 18%
Thiamin 8%
Riboflavin 33%
Niacin 21%
Vitamin B6 <1%
Folate <1%
Vitamin B12 21%
Panthothenic Acid Phosporus
20%
Iodine Magnesium Zinc 30%
Copper 15%
·
Thrive
Karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, dan mineral. Vitamin yang terdapat dalam jeroan adalah vitamin A,
vitamin B12, asam folat. Sementara mineral yang terkandung dalam jeroan
diantaranya zat besi, kalium, magnesium.
·
Ayam
Dalam setiap 100gr ayam:
Kalori 302 kal; protein 18,2
g; lemak 25,2 gr ; kalsium 14 mg; besi 1,5 mg; vitamin A 810 S.1; vitamin B1
0,08 mg; fosfor
·
Kacang-kacangan
Protein tinggi, zat besi,
lemak, vitamin B kompleks, fosfor, vitamin A, vitamin E, vitamin K, lesitin,
kolin, tinggi kalsium, omega 3, omega 9.
c. Bagaimana
pengaruh pola makan Tn. C terhadap hiperuricemia dan hiperlipidemia?
Pola makan Tn. C yang senang
mengonsumsi fastfood dapat mengakibatkan hiperlipidemia, karena makanan
fastfood mengandung lemak atau kolesterol yang tinggi yang nantinya akan
mengganggu metabolisme lemak dan akhirnya akan terakumulasi menjadi
hiperlipidemia. Kebiasaan Tn. C yang senang mengonsumsi seafood, daging, ayam,
jeroan, dan kacang-kacangan dapat mengakibatkan hiperuricemia, karena makanan
tersebut sangat tinggi kandungan purin, sehingga akan dihasilkan asam urat yang
merupakan sisa katabolisme purin yang lebih banyak pula dan akan terakumulasi
di darah menjadi hiperuricemia.
3. Tn.
C senang mengonsumsi suplemen Vitamin C.
a. Apa
fungsi vitamin C bagi tubuh?
Berikut merupakan manfaat vitamin C bagi kesehatan
tubuh manusia.
1.
Manfaat vitamin C yang cukup terkenal
adalah dapat mempercepat proses penyembuhan luka, menjaga kesehatan mulut, gigi
dan tulang. Selain itu juga dapat melawan infeksi, mencegah penyakit jantung,
dan sangat dibutuhkan dalam pengolahan zat besi yang berguna bagi kesehatan
tubuh.
2.
Sifat antioksidan yang terdapat dalam
vitamin C, memiliki peranan penting dalam pencegahan penyakit kanker, khususnya
kanker perut dan kanker paru-paru. Sebab kemampuannya melawan radikal bebas,
dapat mencegah kerusakan sel. Maka manfaat vitamin C yang lain adalah dapat
menjaga kekebalan tubuh terhadap segala jenis infeksi.
3.
Asam Askorbat adalah koenzim dalam
Hidroksilasi prolin dan lisin pada sintesis kolagen
4.
Meningkatkan penyerapan besi
5.
Vitamin C juga bermanfaat mengatasi
masalah fisik. Masalah fisik yang dalam pengobatannya menggunakan vitamin C
adalah katarak dan penyakit kulit seperti kudis.
6.
Kecukupan vitamin C akan membantu
pembentukan kolagen atau senyawa berisi asam amino mirip lem pengikat sel. Zat
perekat ini menjadi bagian susunan utama jaringan penghubung seperti kulit,
tulang, dan ikatan sendi tulang. Kolagen menjaga kekenyalan dan kelenturan
kulit dengan bantuan vitamin C. Juga untuk mendukung berlangsungnya proses yang
memungkinkan molekul mencapai bentuk terbaiknya (hydroxylation). Tugas vitamin
C pula untuk menjaga kolagen dari risiko cepat rusak dan lemah. Jadi, ketika
vitamin C diberikan secara memadai pada sel kulit, ada kesempatan baik untuk
mengurangi kerutan dan meningkatkan kehalusan permukaan kulit.
7.
Manfaat vitamin C telah dapat dibuktikan
dalam pengobatan penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit gagal jantung
kongestif. Selain itu vitamin C dapat mengobati penyakit bronkitis, dan tekanan
darah tinggi.
8.
Dengan mengkonsumsi vitamin-C secara
rutin dan sesuai anjuran dokter, akan berdampak positif bagi kesehatan tubuh.
Selain suplemen vitamin C umumnya dianggap aman, manfaat yang lain yang dapat
diperoleh adalah dapat mencegah dan mengobati tubuh yang lelah, anemia dan
pendarahan.
b. Berapa
dosis normal vitamin C yang dibutuhkan tubuh per hari?
Berikut merupakan tabel
kebutuhan Vitamin C per hari menurut Depkes RI (2004)
|
No.
|
Kelompok Umur
|
Kebutuhan Vit. C (mg)
|
|
|
Anak
|
|
|
1
|
0-3 th
|
40
|
|
2
|
4-9 th
|
45
|
|
|
Laki-laki
|
|
|
3
|
10-12 th
|
50
|
|
4
|
13-15 th
|
75
|
|
5
|
> 16 th
|
90
|
|
|
Wanita
|
|
|
6
|
10-12 th
|
50
|
|
7
|
13-15 th
|
65
|
|
8
|
> 16 th
|
75
|
|
|
Hamil (+an)
|
+10
|
|
|
Menyusui (+an)
|
+45
|
Berdasarkan tabel di
atas, kebutuhan Vitamin C Tn. C adalah 90 mg/hari.
c. Bagaimana
metabolisme vitamin C?
Metabolisme
vitamin c terdiri dari oksidasi dan regenerasi. Hasil oksidasi vitamin c yang
pertama adalah radikal bebas askorbil yang bisa berubah secara reversible
menjadi bentuk vitamin c kembali atau akan mengalami oksidasi irreversible
menjadi dehydro-L-ascorbid acid. Vitamin c dapat juga mengalami oksidasi
setelah bereaksi dengan vitamin e atau radikal urat. Vitamin c dapat dengan
mudah melepaskan electron karena oksidasi monovalen reversible menjadi radikal
askorbil, sehingga dapat berperan dalam system redoks biokimia. Peranan vitamin
c sebagai radikal hidroksil. Vitamin c bersifat hidrofilik lebih berperan
menjadi proteksi sel di dalam sitosol dengan cara menurunkan semi stabil
radikal kromanoksil dan meregenerasi vitamin e. (carr 1999)
Efisiensi
antioksidan vitamin c sangat besar pada konsentrasi vitamin yang rendah, pada
kondisi tersebut reaksi yang predominan adalah reaksi pemutus. Pada konsentrasi
tinggi, vitamin c menghambat secara signifikan reaksi rantai yang berlanjut
antara asam askorbil dan molekul oksigen. Fungsi metabolic vitamin c sebagai
kofaktor enzim (hydroxilating enzyme), agen protektif (hydroxylases pada
biosintesis collagen), dan sebagai radikal yang bereaksi dengan metal ion.
(carr 1999)
Vitamin C dapat
diabsorpsi secara aktif dan mungkin pula secara difusi pada bagian atas usus
halus lalu masuk ke peredaran darah melalui vena porta.Rata-rata absorpsi
adalah 90% untuk konsumsi si antara 20 dan 120 mg sehari.Konsumsi tinggi sampai 12 mg (sebagai pil) hanya
diabsorpsi sebangak 16%.Vitamin C kemudian dibawa ke semua jaringan.
Konsentrasi tertinggi adalah didalam jaringan adrenal, pituitari dan retina
(Almatsier 2004).
d. Bagaimana
hubungan antara konsumsi vitamin C dengan hipruricemia?
Kelebihan vitamin c akan
dikeluarkan melalui urin, jadi apabila seseorang mengkonsumsi vit c dalam
jumlah besar akan meningkatkan kerja ginjal dan apabila di konsumsi terus
menerus dapat merusak fungsi ginjal. Fungsi ginjal untuk mengekskresikan asam
urat pun menjadi berkurang dan akhirnya asam urat menumpuk di darah
(hiperuricemia)
e. Bagaimana
hubungan vitamin C dengan hiperlipidemia?
Vitamin
C ( asam askorbat ) sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu anti oksidan
yang berguna membantu reaksi hidroksilasi dalam pembentukan garam empedu.
Dengan meningkatnya pembentukan garam empedu maka ekskresi kolesterol meningkat
sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Vitamin C mempunyai efek
membantu reaksi hidroksilasi dalam pembentukan asam empedu sehingga
meningkatkan ekskresi kolesterol dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
4. Tn.
C merasa sangat nyeri pada kedua pergelangan kaki dan beberapa jari-jarinya dua
hari yang lalu.
a. Bagaimana
etiologi keluhan Tn. C?
- Makanan tinggi protein, purin yang dihasilkan tinggi, sehingga
asam urat meningkat
- Makanan tinggi kolesterol yang menyebabkan Tn.C hiperlipidemia
yang dapat menghambat eksresi asam urat melalui urin, sehingga terjadi
penumpukkan asam urat yang berlebihan pada Tn.C.
- Konsumsi vitamin C yang banyak dapat menurunkan fungsi ginjal,
sehingga asam urat yang dikeluarkan melalui urin sedikit.
- Asam urat yang sangat berlebihan dalam darah dapat menyebabkan
terbentuknya kristal-kristal monosodium urat monohidrat pada sendi-sendi dan
jaringan sekitarnya. Kristal-kristal berbentuk seperti jarum ini mengakibatkan
reaksi peradangan yang jika berlanjut akan menimbulkan nyeri hebat yang sering
menyertai serangan gout. Jika tidak diobati, endapan kristal akan menyebabkan
kerusakan yang hebat pada sendi dan jaringan lunak.
b. Bagaimana
patofisiologi keluhan Tn. C?
Nyeri pada sendi pergelangan kaki
dan jari yang dialami oleh Tuan C disebabkan oleh hiper uresemia. Hiperurecemia
ini akibat pengkonsumsian makanan yang kaya akan purin oleh Tuan C sehingga
meningkatkan produksi asam urat. Kadar asam urat yang tinggi menyebabkan
terjadinya penumpukan kristal-kristal asam urat pada sendi dan jaringan
sehingga tubuh memberi respon nyeri.
Mekanisme
nyeri dimulai dari stimulus nociceptor oleh stimulus noxious pada jaringan,
yang kemudian akan mengakibatkan stimulasi nosiseptor dimana disini stimulus
noxious tersebut akan dirubah menjadi potensial aksi. Proses ini disebut
transduksi atau aktivasi reseptor. Selanjutnya potensial aksi tersebut akan
ditransmisikan menuju neuron susunan saraf pusat yang berhubungan dengan nyeri.
Tahap pertama transmisi adalah konduksi impuls dari neuron aferen primer ke
konus dorsalis medula spinalis, pada konu dorsalis ini neuron aferen primer
bersinap dengan neuron susunan saraf pusat. Dari sini jaringan neuron tersebut
akan naik ke atas di medula spinalis menuju batang otak dan talamus.
Selanjutnya terjadi hubungan timbal balik antara talamus dengan pusat-pusat
yang lebih tinggi di otak yang mengurusi respons persepsi dan afektif yang
berhubungan dengan nyeri. Tetapi rangsangan nosiseptiptif tidak selalu
menimbulkan persepsi nyeri dan sebaliknya persepsi nyeri bisa terjadi tanpa
stimulasi nosiseptiptif. Terdapat proses medulasi sinyal yang mampu
mempengaruhi proses nyeri tersebut, tempat modulasi sinyal yang paling
diketahui adalah pada kornu dorsalis medula spinalis. Proses terakhir adalah
persepsi, dimana pesan nyeri di relai menuju ke otak dan menghasilkan
pengalaman yang tidak menyenangkan.
c. Mengapa
nyeri terjadi pada persendian?
Nyeri yang terjadi pada
Tn. C terjadi di persendian karena terbentuknya kristal monosodium urat di
persendiaannya yang akhirnya akan terjadi inflamasi. Pengkristalan terjadi di
persendian terjadi karena asam urat yang menumpuk di persendian sukar larut
serta didukung oleh suhu di sekitar persendian yang cukup rendah.
5. Hasil
pemerikasaan laboratorium:
· Total
kolesterol = 300 mg/dl
· LDL
= 190 mg/dl
· HDL
= 40 mg/dl
· Trigliserida
= 350 mg/dl
· Asam
Urat = 7,9 mg/dl
· pH
urin = 7
a. Bagaimana
interpretasi dari hasil lab Tn. C?
Ø Total kolesterol = 300 mg/dl
Normal = 150-200
200-239 = Batas normal tertinggi
Lebih
dari 240 = Tinggi
Kolesterol Tn. C tinggi
karena makanan yang biasa dikonsumsi oleh Tn.C, fast food memiliki kadar
kolestrol yang lebih tinggi.
Ø LDL = 190 mg/dl
Kurang
dari 100 =
Optimal
100-129 = Mendekati optimal
130-159 = Batas normal tertinggi
160-189 = Tinggi
Lebih
dari 190 = Sangat
tinggi
LDL Tn. C tinggi karena
makanan yang biasa dikonsumsi oleh Tn.C, fast food memiliki kadar kolestrol
yang lebih tinggi.
Ø HDL = 40 mg/dl
Kurang
dari 40 Rendah
Lebih
dari 60 Tinggi
HDL Tn. C normal
Ø Trigliserida = 350 mg/dl
Kurang
dari 150 Normal
150-199
Batas normal tertinggi
200-499
Tinggi
Sama
atau lebih dari 500 Sangat tinggi
Trigliserida Tn. C tinggi karena konsumsi makanannya yang tinggi lemak.
Ø Asam Urat = 7,9 mg/dl
Normal pada laki-laki 4-7
mg/dl
Normal pada perempuan 3-6
mg/dl
Asam urat Tn. C tinggi
(hiperuricemia) karena konsumsi makanannya yang tinggi purin.
Ø pH urin = 7
Normal =
4,5-8
pH urin
Tn. C masih dalam batas normal.
b. Bagaimana
katabolisme purin?
-
Adenosin → Inosin → Hiposantin → Santin → Asam Urat
-
Guanosin → Guanin → Santin → Asam Urat
-
Santin oksidase adalah enzim yang merubah santin →
asam urat, enzim tsb banyak terdapat di: hati, ginjal, usus halus
-
Penyakit Gout (pirai) ditandai oleh tingginya asam
urat dalam tubuh, sehingga terjadi penimbunan dibawah kulit berbentuk tophi
6. Tn.
C menderita Gout Arthritis dan Hiperlipidemia.
a.
Bagaimana patofisiologi Gout Arthritis?
Gout
merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya konsentrasi asam
urat (hiperurisemia). Gout dapat bersifat primer dan sekunder. Gout primer
merupakan akibat langsung pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau
akibat penurunan eksresi asam urat, faktornya belum diketahui. Gout sekunder
disebabkan karena pembentukan asam urat yang berlebihan atau eksresi asam urat
yang berkurang akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat-obat tertentu.
Masalah
akan timbul jika terbentuk kristal-kristal monosodium urat monohidrat pada
sendi-sendi dan jaringan sekitarnya. Kristal-kristal berbentuk seperti jarum
ini mengakibatkan reaksi peradangan yang jika berlanjut akan menimbulkan nyeri
hebat yang sering menyertai serangan gout. Jika tidak diobati, endapan kristal
akan menyebabkan kerusakan yang hebat pada sendi dan jaringan lunak.
Pada
keadaan normal kadar urat serum pada laki-laki mulai meningkat setelah
pubertas. Pada perempuan kadar asam urat tidak meningkat sampai setelah
menopause karena estrogen meningkatkan kadar asam urat melalui ginjal. Setelah
menopause, kadar asam urat pada serum meingkat seperti pada pria.
Empat tahap perjalanan klinis
dari penyakit gout yang tidak diobati:
a. Hiperurisemia
asimtomatik
Nilai normal asam urat serum
laki-laki adalah 5,1+1,0 mg/dl, dan pada perempuan adalah 4,0+1,0
mg/dl. Dalam tahap ini pasien tidak menunjukkan gejala-gejala selain peningkatan
asam urat serum.
b. Artritis
gout akut
Terjadi awitan mendadak
pembengkakan nyeri yang luat biasa, biasanya pada sendi ibu jari kaki dan sendi
metatarsofalangeal.
Artritis bersifat
monoartikular dan menunjukkan tanda-tanda peradangan lokal. Serangan dapat
dipicu oleh pembedahan, trauma, obat-obatan, alkohol, atau stres emosional.
Tahap ini biasanya mendorong pasien untuk mencari pengobatan segera.
Sendi-sendi lain dapat terserang, termasuk sendi jari-jari tangan, lutut, mata
kaki, pergelangan tangan, dan siku. Serangan gout biasanya pulih tanpa
pengobatan, tetapi dapat memakan waktu 10-14 hari.
Perkembangan dari serangan
akut gout umumnya nengikuti serangkaian peristiwa sebagai berikut. Mula-mula
terjadi hipersaturasi dari urat plasma dan cairan tubuh. Selanjutnya diikuti
oleh penimbunan di dalam dan sekeliling sendi-sendi. Mekanisme terjadinya
kristalisasi urat setelah keluar dari serum masih belum jelas dimengerti.
Serangan gout seringkali terjadi sesudah trauma lokal atau ruptura tofi
(timbunan natrium urat), yang mengakibatkan peningkatkan cepat konsentrasi asam
urat lokal. Tubuh mungkin tidak dapat mengatasi peningkatan ini dengan baik,
sehingga terjadi pengendapan asam urat di luar serum. Kristalisasi dan
penimbunan asam urat akan memicu serangan gout. Kristal-kristal asam urat
memicu respons fagositik oleh leukosit, sehingga leukosit memakan
kristal-kristal urat dan memicu mekanisme respons peradangan lainnya. Respons
peradangan ini dapat dipengaruhi oleh lokasi dan banyaknya timbunan kristal asam
urat. Reaksi peradangan dapat meluas dan bertambah sendiri, akibat dari
penambahan timbunan kristal serum.
c. Interkritis
Tidak teradapat gejala-gejala
pada masa ini, yang dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai tahun.
Kebanyakan orang mengalami serangan gout berulang dalam waktu kurang dari 1
tahun jika tidak diobati.
d. Gout
kronik
Timbunan asam urat yang terus
bertambah dalam beberapa tahun jika pengobatan tidak dimulai. Peradangan kronik
akibat kristal-kristal asam urat mengakibatkan nyeri, sakit, dan kaku, juga
pembesaran dan penonjolan sendi yang bengkak. Serangan akut artritis gout dapat
terjadi dalam tahap ini. Tofi terbentuk pada masa gout kronik akibat
insolubilitas relatif asam urat. Awitan dan ukuran tofi secara proporsional
mungkin berkaitan dengan kadar asam urat serum. Bursa olekranon, Achillees,
permukaan ekstensor lengan bawah, bursa intrapatelar, dan heliks telinga adalah
tempat-tempat yang sering dihinggapi tofi. Secara klinis tofi ini mungkin sulit
dibedakan dengan nodul reumatik. Pada masa kini tofi jarnag terlihat dan akan
menghilang dengan terapi yang tepat.
Gout dapat merusak ginjal, sehingga
eksresi asam urat akan bertambah buruk. Kristal-kristal asam urat dapat
terbentuk dalam intestinum medula, papila, dan piramid, shingga timbul proteinuria
dan hipertensi ringan. Batu ginjal asam urat juga dapat terbentuk sebagai
akibat sekunder dari gout. Batu biasanya berukuran kecil, bulat, dan tidak
terlihat pada pemeriksaan radiografi.
b.
Bagaimana patofisiologi Hiperlipidemia?
Lemak (disebut juga lipid) adalah zat
yang kaya energi yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses
metabolisme tubuh. Lemak diperoleh dari makanan dan dibentuk di dalam tubuh,
terutama di hati. Lemak disimpan dalam sel-sel lemak tubuh, sehingga dapat
digunakan di kemudian hari. Lipid yamg disimpan berfungsi untuk melindungi
tubuh dari dingin dan membantu melindungi tubuh terhadap cedera. Lemak
merupakan komponen penting dari selaput sel, selubung yang membungkus sel-sel
saraf serta eksresi empedu.
Makanan kaya lipid yang kita makan terdiri atas
kolesterol dan trigliserid. Selain koleterol yang berasal dari makanan, dalam
usus juga terdapat kolesterol dari hati yang dieksresi bersama empedu ke usus
halus. Kolesterol dan trigliserid dalam usus halus akan diserap ke dalam
enterosit mukosa usus halus. Trigliserid akan diserap sebagai asam lemak bebas.
Kolesterol akan diserap sebagai kolesterol. Dalam mukosa usus halus asam lemak
bebas akan diubah lagi menjadi trigliserid dan kolesterol akan mengalami
esterifikasi menjadi kolesterol ester. Lipid dalam darah terdiri atas
kolesterol, kolesterol ester, trigliserid, fosfolipid, dan asam lemak bebas.
Kolesterol adalah suatu jenis lemak yang ada dalam
tubuh dan dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Dari
hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL (Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke
sel-sel tubuh yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain
agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
HDL (high
density lipoprotein) adalah bentuk LP yang memiliki komponen
kolesterol paling sedikit. Dibentuk di usus dan hati, HDL ini akan menyerap
kolesterol bebas dari pembuluh darah, atau bagian tubuh lain seperti sel
makrofag, kemudian membawanya ke hati. VLDL (very
low density LP) adalah LP yang dibentuk di hati yang kemudian akan
diubah di pembuluh darah menjadi LDL (low
density LP). Bentuk LP ini memiliki komponen kolesterol paling banyak
dan akan membawa kolesterol tersebut ke jaringan seperti dinding pembuluh darah
(Jeffry Tenggara, 2008).
Kelebihan kolesterol
akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density
Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu
dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu.
LDL mengandung lebih
banyak lemak daripada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein
utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai
lemak yang "jahat" karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di
dinding pembuluh darah.
Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang
"baik" karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol
dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama
yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan
lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat.
Konsentrasi kolesterol pada High-Dendity Lipoprotein (HDL) dan
Low-Density (LDL)/Very-Low-Density (VLDL) Lipoprotein adalah predictor kuat
untuk penyakit jantung koroner. HDL
fungsional menawarkan perlindungan dengan cara memindahkan kolesterol dari sel
dan atheroma. Konsentrasi tinggi dari LDL dan konsentrasi rendah dari HDL
fungsional sangat terkait dengan penyakit kardiovaskular karena beresiko tinggi
terkena ateroklerosis. Keseimbangan antara HDL dan LDL semata-mata ditentukan
secara genetikal, tetapi dapat dirubah dengan pengobatan, pemilihan makanan dan
factor lainnya (Anonim, 2008). Kadar laboratorium :
·
Kolesterol
total:
<200 : optimal
200-239 : diinginkan
>240 : tinggi
·
LDL
<100 : optimal
100-129 : mendekati optimal
>130 : tinggi
·
HDL
>40/>50 : optimal (pria/wanita)
·
Trigliserida
<150 : optimal
150-200 : medekati optimal
>200 : tinggi
Seperti yang telah disebutkan di atas lipid
memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Namun, apabila terjadi keadaan
hiperlipidemia, akan menyebabkan kelainan metabolisme lipid. Kelainan
metabolisme lipid pada keadaan hiperlipidemia dapat terjadi pada tapak-tapak
produksi atau penggunaan lipoprotein yang menyebabkan keadaan hipolipoproteinemia
atau hiperlipoproteinemia (Murray, 2003).