a. Apa
saja faktor-faktor terjadinya Hipertensi? (dikaitkan dengan umur, usia dan
jenis kelamin serta faktor hormonalnya?)
1) Umur
Hipertensi
erat kaitannya dengan umur, semakin tua seseorang semakin besar risiko
terserang hipertensi. Arteri kehilangan
elastisitasnya atau kelenturannya dan tekanan darah seiring bertambahnya usia,
kebanyakan orang hipertensinya meningkat ketika berumur lima puluhan dan
enampuluhan. Hal ini juga disebabkan oleh perubahan alami pada jantung,
pembuluh darah dan hormon. Tetapi bila perubahan tersebut disertai faktor-faktor
lain maka bisa memicu terjadinya hipertensi.
2) Jenis Kelamin
Laki-laki memiliki kemungkinan untuk
mengidap hipertensi lebih tinggi dibanding perempuan sampai umur 55 tahun.
Sebaliknya, setelah umur 60 tahun,
perempuan
memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengidap hipertensi.
14 Pada perempuan,
risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular dipengaruhi
oleh hormon
estrogen. Hal itu juga menjawab pertanyaan mengapa
pada umur 60
tahun ke atas risiko hipertensi menjadi lebih tinggi pada
perempuan. Pada
umur tersebut diasumsikan seorang wanita telah berhenti
haid (masa menopause).
b. Bagaimana
mekanisme terjadinya hipertensi?
Patofisiologi
Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui
terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin
I converting enzyme (ACE). ACE memegang peran fisiologis penting dalam
mengatur tekanan darah. Selanjutnya oleh hormon, renin (diproduksi oleh ginjal)
akan diubah menjadi angiotensin I. Oleh ACE yang terdapat di paru-paru,
angiotensin I diubah menjadi angiotensin II. Angiotensin II inilah yang
memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama.
Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa
haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada
ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Dengan meningkatnya ADH,
sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis), sehingga
menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. Untuk mengencerkannya, volume cairan
ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian
intraseluler. Akibatnya, volume darah meningkat yang pada akhirnya akan
meningkatkan tekanan darah.
Aksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari
korteks adrenal. Aldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan
penting pada ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron
akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus
ginjal. Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara
meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan
volume dan tekanan darah. Patogenesis dari hipertensi esensial merupakan
multifaktorial dan sangat
komplek. Faktor-faktor
tersebut merubah fungsi tekanan darah terhadap perfusi jaringan yang adekuat
meliputi mediator hormon, aktivitas vaskuler, volume sirkulasi darah, kaliber
vaskuler, viskositas darah, curah jantung, elastisitas pembuluh darah dan
stimulasi neural. Patogenesis hipertensi esensial dapat dipicu oleh beberapa
faktor meliputi faktor genetik, asupan garam dalam diet, tingkat stress dapat
berinteraksi untuk memunculkan gejala hipertensi. Perjalanan penyakit
hipertensi esensial berkembang dari hipertensi yang kadangkadang muncul menjadi
hipertensi yang persisten. Setelah periode asimtomatik yang lama, hipertensi
persisten berkembang menjadi hipertensi dengan komplikasi, dimana kerusakan
organ target di aorta dan arteri kecil, jantung, ginjal, retina dan susunan
saraf pusat.
Progresifitas hipertensi
dimulai dari prehipertensi pada pasien umur 10-30 tahun (dengan meningkatnya
curah jantung) kemudian menjadi hipertensi dini pada pasien umur 20-40 tahun
(dimana tahanan perifer meningkat) kemudian menjadi hipertensi pada umur 30-50
tahun dan akhirnya menjadi hipertensi dengan komplikasi pada usia 40-60
tahun(Menurut Sharma S et al, 2008 dalam Anggreini AD et al, 2009).
c. Apakah
hubungan pemberian HCT dengan terjadinya lethargis
dan tekanan darah?
Pemberian
HCT dapat menghambat reabsorbsi natrium di tubulus distal dan juga menyemabkan
diuresis, sehingga eksresi natrium meningkat begitu juga eksresi air, sehingga
volume ces dan volume darah menurun , dan tekanan darah pun menurun, sehingga
supplay oksigen ke otak juga menurun sehingga terjadi lethargis
ليست هناك تعليقات:
إرسال تعليق