الخميس، 16 مايو 2013

asam urat


Skenario C Blok 8
Mr. C 30 years old (bodyweight = 90 kg; height = 168 cm), works as a businessman. He always eats fastfood for his lunch and dinner. Usually he likes to eat seafoods (lobster), meats, thrive, chicken, and nuts for his lunch and dinner. He also likes to drink a vitamin C supplement. Two days ago, he went to family practice doctor because he felt very pain at both of his ankle and some of the fingers. The doctor also asked Mr. C to check the blood in laboratory:
·         Total kolesterol = 300 mg/dl
·         LDL = 190 mg/dl
·         HDL = 40 mg/dl
·         Trigliserida = 350 mg/dl
·         Asam Urat = 7,9 mg/dl
·         pH urin = 7
According to the examination Mr. C suffered from Gout Arthritis and Hyperlipidemia

I.         Klarifikasi Istilah
1.    Fastfood              :    Makanan yang dimasak dan disajikan dengan cepat
2.    Thrive                  :    Jeroan / isi perut hewan (babat, usus, limpa, dsb)
3.    Supplement          :    Kombinasi 2 atau lebih vitamin yang berfungsi untuk penambah dan penunjang kesehatan tubuh.
4.    Ankle                   :    Bagian persendian antara kaki dan tungkai bawah; tarsus.
5.    Uric Acid             :    Produk akhir katabolisme purin.
6.    Gout Arthritis      :    Peradangan sendi akibat sekelompok gangguan metabolisme purin dan pirimidin.
7.    Hyperlipidemia    :    Peningkatan konsentrasi setiap atau semua lipid yang ada di dalam plasma.
8.    Vitamin                :    Setiap substansi organik yang tidak saling berhubungan dan terdapat dalam makanan.
9.    Pain                      :    Rasa tidak nyaman, menderita, atau nyeri disebabkan rangsangan pada ujung-ujung syaraf.


  II.     Identifikasi Masalah
Main Problem:
     Tn. C menderita Gout Arthritis dan Hiperlipidemia.

III.     Analisis Masalah
1.    Tn. C 30 tahun, BB = 90 kg, tinggi = 168 cm, bekerja sebagai pengusaha.
a.    Bagaimana IMT Tn. C?
Tabel ambang batas IMT berdasarkan depkes RI:

Kategori
IMT
Kurus
Kekurangan berat badan tingkat berat
< 17,0
Kekurangan berat badan tingkat ringan
17,0 – 18,4
Normal

18,5 – 25,0
Gemuk
Kelebihan berat badan tingkat ringan
25,1 – 27,0
Kelebihan berat badan tingkat berat
> 27,0

Berdasarkan tabel diatas Tn. C termasuk kategori gemuk dengan tingkat berat (obesitas).

b.    Bagaimana hubungan antara jenis kelamin, usia dan pekerjaan serta obesitas dengan hiruricemia dan hiperlipidemia?
Umumnya laki-laki lebih mudah terkena hiperuricemia dan hiperlipidemia karena tidak adanya hormon estrogen pada laki-laki. Karena hormon estrogen dapat membantu pembuangan asam urat dan metabolime lipid. Peluang terjadinya hiperuricemia dan hiperlipidemia pada laki-laki juga meningkat seiring dengan penambahan usia dan mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Pekerjaan Tn. C yang merupakan seorang pengusaha juga bisa memicu hiperlipidemia karena biasanya seorang pengusaha jarang melakukan kegiatan fisik atau olahraga.

2.    Tn C selalu makan makanan cepat saji untuk makan siang dan makan malam. Biasanya dia makan seafoods (lobster), daging, thrive, ayam, dan kacang-kacangan untuk makan siang dan makan malam.
a.    Bagaimana pola makan yang sehat bagi penderita hiperuricemia dan hiperlipidemia?
a.         Pembatasan purin
Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari). Makan-makanan yang mengandung purin antara lain;
-        Jeroan (jantung, hati, lidah ginjal, usus)
-        Sarden
-        Kerang
-        Ikan herring
-        Kacang-kacangan
-        Bayam
-        Udang
-        Daun melinjo
b.         Kalori sesuai kebutuhan
Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya badan keton yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urin
c.         Tinggi karbohidrat
Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gram per hari. Karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
d.        Rendah protein
Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalah protein nabati yang berasal dari susu, keju dan telur.
e.         Rendah lemak
Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.
f.          Tinggi cairan
Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu, Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.
g.         Tanpa alkohol
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

b.    Apa kandungan:
·      Fastfood
·      Seafood (lobster)
·      Daging
·      Thrive
·      Ayam
·      Kacang-kacangan

Jawab:
·         Fastfood
Ø  Tinggi kalori, rata - rata makanan fast food mengandung sebanyak 50% dari jumlah kalori yang diperlukan sehari, berkisar antara 400 kalori sampai 1500 kalori. Hamburger yang besar, kentang goreng, milk shake mengandung 1.200 kalori, yang merupakan total kalori perhari yang diperlukan tubuh untuk seorang yang sedang menjalani diet. Mengurangi asupan makanan.
Ø  Tinggi lemak, berkisar antara 40 - 60% kalori dalam fast food berasal dari lemak. Bahan seperti keju, mayonaise, kream dan metode deep frying mengandung tinggi lemak dalam makanan ini. Makanan yang diolah dengan cara deep frying adalah lemak sapi dan mengandung telur yang juga mengandung tinggi kolesterol.
Ø  Tinggi garam. beberapa jenis makanan mengandung tinggi natrium. Misalnya cheese burger mengandung 1.400 mg Natrium, yang merupakan lebih dari 1/3 gram maksimum yang dianjurkan perhari yang besarnya 3.300 mg atau 1.5 sendok teh garam per hari.
Ø  Tinggi kandungan gula. Asupan gula terbesar dari minuman dan desert. Misalnya sekaleng minuman ringan mengandung 8 sendok teh gula, doughnut mengandung 6 sendok teh gula. Kandungan gula yang cukup tinggi ini memberikan kontribusi yang cukup besar pada jumlah kalori yang dimakan.
Ø  Rendah kandungan serat. Makanan fast food biasanya mengandung rendah serat, kecuali salad. Makanan khas fried chicken sekali makan yang biasanya terdiri dari 2 potong ayam, mashed potatoes dan soft drink, total mengandung kurang dari 1 gram serat makanan, yang jumlahnya tak berarti dibanding dengan anjuran serat sebanyak 40 gram per hari.
·         Seafood (lobster)
 Lobster memiliki kandungan kalori. Dalam 100g Lobster memiliki 90 kalori.
o Protein
Lobster adalah sumber protein yang sangat baik. Protein penting bagi tubuh kita untuk energi dan pemantapan produksi gula darah. Hal ini juga membantu menurunkan berat badan. Kandungan protein lobster lebih tinggi dari ayam dan sapi, sedangkan kalori nya lebih rendah daripada daging ayam dan sapi.
o Asam lemak omega-3
Daging lobster mengandung asam lemak omeg-3 dalam jumlah tinggi. Asam lemak omega-3 penting untuk mencegah penyakit jantung dan menjaga kesehatan jantung. Telah terbukti bahwa orang-orang yang beresiko tinggi terhadap gangguan jantung,mendapat manfaat dari lobster karena kandungan omega-3 di dalamnya.
o Membantu menurunkan berat badan
Lobster adalah makanan pilihan yang sangat baik bagi orang yang ingin mengubah gaya hidup, dan membuatnya menjadi lebih sehat dan lebih baik. Lobster sangat rendah lemak, rendah kalori dan rendah kolesterol, tetapi masih memberikan nutrisi yang diperlukan.
o  Daging lobster mengandung, vitamin ,seng, kalium, vitamin B12 dan selenium. Semua itu sangat penting bagi kesehatan. Kandungan seng di dalam lobster dapat meningkatkan vitalitas, libido menjadi lebih kuat dan tahan lama serta meningkatkan stamina.
·         Daging
Ø  Setiap 100 gr daging sapi
Protein 19-20 gr, makanan olahan 24-55 gr
Lemak 22 gr
Besi, vitamin larut lemak, vitamin B1, vitamin B2, kalsium
Ø  Setiap 4 ons daging kambing
Kalori 124 kal
Lemak total 2,6gr
Lemak jenuh 0,8gr
Kolesterol 64mg
Sodium 92mg
Potasium 436gr
Protein 25mg
Zat besi 18%
Thiamin 8%
Riboflavin 33%
Niacin 21%
Vitamin B6 <1%
Folate <1%
Vitamin B12 21%
Panthothenic Acid Phosporus 20%
Iodine Magnesium Zinc 30%
Copper 15%
·         Thrive
Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Vitamin yang terdapat dalam jeroan adalah vitamin A, vitamin B12, asam folat. Sementara mineral yang terkandung dalam jeroan diantaranya zat besi, kalium, magnesium.
·         Ayam
Dalam setiap 100gr ayam:
Kalori 302 kal; protein 18,2 g; lemak 25,2 gr ; kalsium 14 mg; besi 1,5 mg; vitamin A 810 S.1; vitamin B1 0,08 mg; fosfor
·         Kacang-kacangan
Protein tinggi, zat besi, lemak, vitamin B kompleks, fosfor, vitamin A, vitamin E, vitamin K, lesitin, kolin, tinggi kalsium, omega 3, omega 9.

c.    Bagaimana pengaruh pola makan Tn. C terhadap hiperuricemia dan hiperlipidemia?
Pola makan Tn. C yang senang mengonsumsi fastfood dapat mengakibatkan hiperlipidemia, karena makanan fastfood mengandung lemak atau kolesterol yang tinggi yang nantinya akan mengganggu metabolisme lemak dan akhirnya akan terakumulasi menjadi hiperlipidemia. Kebiasaan Tn. C yang senang mengonsumsi seafood, daging, ayam, jeroan, dan kacang-kacangan dapat mengakibatkan hiperuricemia, karena makanan tersebut sangat tinggi kandungan purin, sehingga akan dihasilkan asam urat yang merupakan sisa katabolisme purin yang lebih banyak pula dan akan terakumulasi di darah menjadi hiperuricemia.

3.    Tn. C senang mengonsumsi suplemen Vitamin C.
a.    Apa fungsi vitamin C bagi tubuh?
Berikut merupakan manfaat vitamin C bagi kesehatan tubuh manusia.
1.         Manfaat vitamin C yang cukup terkenal adalah dapat mempercepat proses penyembuhan luka, menjaga kesehatan mulut, gigi dan tulang. Selain itu juga dapat melawan infeksi, mencegah penyakit jantung, dan sangat dibutuhkan dalam pengolahan zat besi yang berguna bagi kesehatan tubuh.
2.         Sifat antioksidan yang terdapat dalam vitamin C, memiliki peranan penting dalam pencegahan penyakit kanker, khususnya kanker perut dan kanker paru-paru. Sebab kemampuannya melawan radikal bebas, dapat mencegah kerusakan sel. Maka manfaat vitamin C yang lain adalah dapat menjaga kekebalan tubuh terhadap segala jenis infeksi.
3.         Asam Askorbat adalah koenzim dalam Hidroksilasi prolin dan lisin pada sintesis kolagen
4.         Meningkatkan penyerapan besi
5.         Vitamin C juga bermanfaat mengatasi masalah fisik. Masalah fisik yang dalam pengobatannya menggunakan vitamin C adalah katarak dan penyakit kulit seperti kudis.
6.         Kecukupan vitamin C akan membantu pembentukan kolagen atau senyawa berisi asam amino mirip lem pengikat sel. Zat perekat ini menjadi bagian susunan utama jaringan penghubung seperti kulit, tulang, dan ikatan sendi tulang. Kolagen menjaga kekenyalan dan kelenturan kulit dengan bantuan vitamin C. Juga untuk mendukung berlangsungnya proses yang memungkinkan molekul mencapai bentuk terbaiknya (hydroxylation). Tugas vitamin C pula untuk menjaga kolagen dari risiko cepat rusak dan lemah. Jadi, ketika vitamin C diberikan secara memadai pada sel kulit, ada kesempatan baik untuk mengurangi kerutan dan meningkatkan kehalusan permukaan kulit.
7.         Manfaat vitamin C telah dapat dibuktikan dalam pengobatan penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit gagal jantung kongestif. Selain itu vitamin C dapat mengobati penyakit bronkitis, dan tekanan darah tinggi.
8.         Dengan mengkonsumsi vitamin-C secara rutin dan sesuai anjuran dokter, akan berdampak positif bagi kesehatan tubuh. Selain suplemen vitamin C umumnya dianggap aman, manfaat yang lain yang dapat diperoleh adalah dapat mencegah dan mengobati tubuh yang lelah, anemia dan pendarahan.

b.    Berapa dosis normal vitamin C yang dibutuhkan tubuh per hari?
Berikut merupakan tabel kebutuhan Vitamin C per hari menurut Depkes RI (2004)
No.
Kelompok Umur
Kebutuhan Vit. C (mg)

Anak

1
0-3 th
40
2
4-9 th
45

Laki-laki

3
10-12 th
50
4
13-15 th
75
5
> 16 th
90

Wanita

6
10-12 th
50
7
13-15 th
65
8
> 16 th
75

Hamil (+an)
+10

Menyusui (+an)
+45
Berdasarkan tabel di atas, kebutuhan Vitamin C Tn. C adalah 90 mg/hari.

c.    Bagaimana metabolisme vitamin C?
Metabolisme vitamin c terdiri dari oksidasi dan regenerasi. Hasil oksidasi vitamin c yang pertama adalah radikal bebas askorbil yang bisa berubah secara reversible menjadi bentuk vitamin c kembali atau akan mengalami oksidasi irreversible menjadi dehydro-L-ascorbid acid. Vitamin c dapat juga mengalami oksidasi setelah bereaksi dengan vitamin e atau radikal urat. Vitamin c dapat dengan mudah melepaskan electron karena oksidasi monovalen reversible menjadi radikal askorbil, sehingga dapat berperan dalam system redoks biokimia. Peranan vitamin c sebagai radikal hidroksil. Vitamin c bersifat hidrofilik lebih berperan menjadi proteksi sel di dalam sitosol dengan cara menurunkan semi stabil radikal kromanoksil dan meregenerasi vitamin e. (carr 1999)
Efisiensi antioksidan vitamin c sangat besar pada konsentrasi vitamin yang rendah, pada kondisi tersebut reaksi yang predominan adalah reaksi pemutus. Pada konsentrasi tinggi, vitamin c menghambat secara signifikan reaksi rantai yang berlanjut antara asam askorbil dan molekul oksigen. Fungsi metabolic vitamin c sebagai kofaktor enzim (hydroxilating enzyme), agen protektif (hydroxylases pada biosintesis collagen), dan sebagai radikal yang bereaksi dengan metal ion. (carr 1999)
Vitamin C dapat diabsorpsi secara aktif dan mungkin pula secara difusi pada bagian atas usus halus lalu masuk ke peredaran darah melalui vena porta.Rata-rata absorpsi adalah 90% untuk konsumsi si antara 20 dan 120 mg sehari.Konsumsi tinggi sampai 12 mg (sebagai pil) hanya diabsorpsi sebangak 16%.Vitamin C kemudian dibawa ke semua jaringan. Konsentrasi tertinggi adalah didalam jaringan adrenal, pituitari dan retina (Almatsier 2004).

d.   Bagaimana hubungan antara konsumsi vitamin C dengan hipruricemia?
Kelebihan vitamin c akan dikeluarkan melalui urin, jadi apabila seseorang mengkonsumsi vit c dalam jumlah besar akan meningkatkan kerja ginjal dan apabila di konsumsi terus menerus dapat merusak fungsi ginjal. Fungsi ginjal untuk mengekskresikan asam urat pun menjadi berkurang dan akhirnya asam urat menumpuk di darah (hiperuricemia)

e.    Bagaimana hubungan vitamin C dengan hiperlipidemia?
Vitamin C ( asam askorbat ) sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu anti oksidan yang berguna membantu reaksi hidroksilasi dalam pembentukan garam empedu. Dengan meningkatnya pembentukan garam empedu maka ekskresi kolesterol meningkat sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Vitamin C mempunyai efek membantu reaksi hidroksilasi dalam pembentukan asam empedu sehingga meningkatkan ekskresi kolesterol dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

4.    Tn. C merasa sangat nyeri pada kedua pergelangan kaki dan beberapa jari-jarinya dua hari yang lalu.
a.    Bagaimana etiologi keluhan Tn. C?
-    Makanan tinggi protein, purin yang dihasilkan tinggi, sehingga asam urat meningkat
-    Makanan tinggi kolesterol yang menyebabkan Tn.C hiperlipidemia yang dapat menghambat eksresi asam urat melalui urin, sehingga terjadi penumpukkan asam urat yang berlebihan pada Tn.C.
-    Konsumsi vitamin C yang banyak dapat menurunkan fungsi ginjal, sehingga asam urat yang dikeluarkan melalui urin sedikit.
-    Asam urat yang sangat berlebihan dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya kristal-kristal monosodium urat monohidrat pada sendi-sendi dan jaringan sekitarnya. Kristal-kristal berbentuk seperti jarum ini mengakibatkan reaksi peradangan yang jika berlanjut akan menimbulkan nyeri hebat yang sering menyertai serangan gout. Jika tidak diobati, endapan kristal akan menyebabkan kerusakan yang hebat pada sendi dan jaringan lunak.

b.    Bagaimana patofisiologi keluhan Tn. C?
Nyeri pada sendi pergelangan kaki dan jari yang dialami oleh Tuan C disebabkan oleh hiper uresemia. Hiperurecemia ini akibat pengkonsumsian makanan yang kaya akan purin oleh Tuan C sehingga meningkatkan produksi asam urat. Kadar asam urat yang tinggi menyebabkan terjadinya penumpukan kristal-kristal asam urat pada sendi dan jaringan sehingga  tubuh memberi respon nyeri.
Mekanisme nyeri dimulai dari stimulus nociceptor oleh stimulus noxious pada jaringan, yang kemudian akan mengakibatkan stimulasi nosiseptor dimana disini stimulus noxious tersebut akan dirubah menjadi potensial aksi. Proses ini disebut transduksi atau aktivasi reseptor. Selanjutnya potensial aksi tersebut akan ditransmisikan menuju neuron susunan saraf pusat yang berhubungan dengan nyeri. Tahap pertama transmisi adalah konduksi impuls dari neuron aferen primer ke konus dorsalis medula spinalis, pada konu dorsalis ini neuron aferen primer bersinap dengan neuron susunan saraf pusat. Dari sini jaringan neuron tersebut akan naik ke atas di medula spinalis menuju batang otak dan talamus. Selanjutnya terjadi hubungan timbal balik antara talamus dengan pusat-pusat yang lebih tinggi di otak yang mengurusi respons persepsi dan afektif yang berhubungan dengan nyeri. Tetapi rangsangan nosiseptiptif tidak selalu menimbulkan persepsi nyeri dan sebaliknya persepsi nyeri bisa terjadi tanpa stimulasi nosiseptiptif. Terdapat proses medulasi sinyal yang mampu mempengaruhi proses nyeri tersebut, tempat modulasi sinyal yang paling diketahui adalah pada kornu dorsalis medula spinalis. Proses terakhir adalah persepsi, dimana pesan nyeri di relai menuju ke otak dan menghasilkan pengalaman yang tidak menyenangkan.

c.    Mengapa nyeri terjadi pada persendian?
Nyeri yang terjadi pada Tn. C terjadi di persendian karena terbentuknya kristal monosodium urat di persendiaannya yang akhirnya akan terjadi inflamasi. Pengkristalan terjadi di persendian terjadi karena asam urat yang menumpuk di persendian sukar larut serta didukung oleh suhu di sekitar persendian yang cukup rendah.

5.    Hasil pemerikasaan laboratorium:
·  Total kolesterol = 300 mg/dl
·  LDL = 190 mg/dl
·  HDL = 40 mg/dl
·  Trigliserida = 350 mg/dl
·  Asam Urat = 7,9 mg/dl
·  pH urin = 7
a.    Bagaimana interpretasi dari hasil lab Tn. C?
Ø Total kolesterol = 300 mg/dl
Normal = 150-200
200-239 = Batas normal tertinggi
Lebih dari 240 = Tinggi
Kolesterol Tn. C tinggi karena makanan yang biasa dikonsumsi oleh Tn.C, fast food memiliki kadar kolestrol yang lebih tinggi.
Ø LDL = 190 mg/dl
Kurang dari 100 = Optimal
100-129 = Mendekati optimal
130-159 = Batas normal tertinggi
160-189 = Tinggi
Lebih dari 190 = Sangat tinggi
LDL Tn. C tinggi karena makanan yang biasa dikonsumsi oleh Tn.C, fast food memiliki kadar kolestrol yang lebih tinggi.
Ø HDL = 40 mg/dl 
Kurang dari 40 Rendah
Lebih dari 60 Tinggi
HDL Tn. C normal
Ø Trigliserida = 350 mg/dl
Kurang dari 150 Normal
150-199 Batas normal tertinggi
200-499 Tinggi
Sama atau lebih dari 500 Sangat tinggi
Trigliserida Tn. C tinggi karena konsumsi makanannya yang tinggi lemak.
Ø Asam Urat = 7,9 mg/dl
Normal pada laki-laki 4-7 mg/dl
Normal pada perempuan 3-6 mg/dl
Asam urat Tn. C tinggi (hiperuricemia) karena konsumsi makanannya yang tinggi purin.
Ø pH urin = 7
Normal = 4,5-8
pH urin Tn. C masih dalam batas normal.

b.    Bagaimana katabolisme purin?
-       Adenosin → Inosin → Hiposantin → Santin → Asam Urat
-       Guanosin → Guanin → Santin → Asam Urat
-       Santin oksidase adalah enzim yang merubah santin → asam urat, enzim tsb banyak terdapat di: hati, ginjal, usus halus
-       Penyakit Gout (pirai) ditandai oleh tingginya asam urat dalam tubuh, sehingga terjadi penimbunan dibawah kulit berbentuk tophi


6.    Tn. C menderita Gout Arthritis dan Hiperlipidemia.
a.    Bagaimana patofisiologi Gout Arthritis?
Gout merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya konsentrasi asam urat (hiperurisemia). Gout dapat bersifat primer dan sekunder. Gout primer merupakan akibat langsung pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau akibat penurunan eksresi asam urat, faktornya belum diketahui. Gout sekunder disebabkan karena pembentukan asam urat yang berlebihan atau eksresi asam urat yang berkurang akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat-obat tertentu.
Masalah akan timbul jika terbentuk kristal-kristal monosodium urat monohidrat pada sendi-sendi dan jaringan sekitarnya. Kristal-kristal berbentuk seperti jarum ini mengakibatkan reaksi peradangan yang jika berlanjut akan menimbulkan nyeri hebat yang sering menyertai serangan gout. Jika tidak diobati, endapan kristal akan menyebabkan kerusakan yang hebat pada sendi dan jaringan lunak.
Pada keadaan normal kadar urat serum pada laki-laki mulai meningkat setelah pubertas. Pada perempuan kadar asam urat tidak meningkat sampai setelah menopause karena estrogen meningkatkan kadar asam urat melalui ginjal. Setelah menopause, kadar asam urat pada serum meingkat seperti pada pria.

Empat tahap perjalanan klinis dari penyakit gout yang tidak diobati:
a.    Hiperurisemia asimtomatik
Nilai normal asam urat serum laki-laki adalah 5,1+1,0 mg/dl, dan pada perempuan adalah 4,0+1,0 mg/dl. Dalam tahap ini pasien tidak menunjukkan gejala-gejala selain peningkatan asam urat serum.
b.    Artritis gout akut
Terjadi awitan mendadak pembengkakan nyeri yang luat biasa, biasanya pada sendi ibu jari kaki dan sendi metatarsofalangeal.
Artritis bersifat monoartikular dan menunjukkan tanda-tanda peradangan lokal. Serangan dapat dipicu oleh pembedahan, trauma, obat-obatan, alkohol, atau stres emosional. Tahap ini biasanya mendorong pasien untuk mencari pengobatan segera. Sendi-sendi lain dapat terserang, termasuk sendi jari-jari tangan, lutut, mata kaki, pergelangan tangan, dan siku. Serangan gout biasanya pulih tanpa pengobatan, tetapi dapat memakan waktu 10-14 hari.
Perkembangan dari serangan akut gout umumnya nengikuti serangkaian peristiwa sebagai berikut. Mula-mula terjadi hipersaturasi dari urat plasma dan cairan tubuh. Selanjutnya diikuti oleh penimbunan di dalam dan sekeliling sendi-sendi. Mekanisme terjadinya kristalisasi urat setelah keluar dari serum masih belum jelas dimengerti. Serangan gout seringkali terjadi sesudah trauma lokal atau ruptura tofi (timbunan natrium urat), yang mengakibatkan peningkatkan cepat konsentrasi asam urat lokal. Tubuh mungkin tidak dapat mengatasi peningkatan ini dengan baik, sehingga terjadi pengendapan asam urat di luar serum. Kristalisasi dan penimbunan asam urat akan memicu serangan gout. Kristal-kristal asam urat memicu respons fagositik oleh leukosit, sehingga leukosit memakan kristal-kristal urat dan memicu mekanisme respons peradangan lainnya. Respons peradangan ini dapat dipengaruhi oleh lokasi dan banyaknya timbunan kristal asam urat. Reaksi peradangan dapat meluas dan bertambah sendiri, akibat dari penambahan timbunan kristal serum.
c.    Interkritis
Tidak teradapat gejala-gejala pada masa ini, yang dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai tahun. Kebanyakan orang mengalami serangan gout berulang dalam waktu kurang dari 1 tahun jika tidak diobati.
d.   Gout kronik
Timbunan asam urat yang terus bertambah dalam beberapa tahun jika pengobatan tidak dimulai. Peradangan kronik akibat kristal-kristal asam urat mengakibatkan nyeri, sakit, dan kaku, juga pembesaran dan penonjolan sendi yang bengkak. Serangan akut artritis gout dapat terjadi dalam tahap ini. Tofi terbentuk pada masa gout kronik akibat insolubilitas relatif asam urat. Awitan dan ukuran tofi secara proporsional mungkin berkaitan dengan kadar asam urat serum. Bursa olekranon, Achillees, permukaan ekstensor lengan bawah, bursa intrapatelar, dan heliks telinga adalah tempat-tempat yang sering dihinggapi tofi. Secara klinis tofi ini mungkin sulit dibedakan dengan nodul reumatik. Pada masa kini tofi jarnag terlihat dan akan menghilang dengan terapi yang tepat.
       Gout dapat merusak ginjal, sehingga eksresi asam urat akan bertambah buruk. Kristal-kristal asam urat dapat terbentuk dalam intestinum medula, papila, dan piramid, shingga timbul proteinuria dan hipertensi ringan. Batu ginjal asam urat juga dapat terbentuk sebagai akibat sekunder dari gout. Batu biasanya berukuran kecil, bulat, dan tidak terlihat pada pemeriksaan radiografi.

b.    Bagaimana patofisiologi Hiperlipidemia?
Lemak (disebut juga lipid) adalah zat yang kaya energi yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak diperoleh dari makanan dan dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati. Lemak disimpan dalam sel-sel lemak tubuh, sehingga dapat digunakan di kemudian hari. Lipid yamg disimpan berfungsi untuk melindungi tubuh dari dingin dan membantu melindungi tubuh terhadap cedera. Lemak merupakan komponen penting dari selaput sel, selubung yang membungkus sel-sel saraf serta eksresi empedu.
Makanan kaya lipid yang kita makan terdiri atas kolesterol dan trigliserid. Selain koleterol yang berasal dari makanan, dalam usus juga terdapat kolesterol dari hati yang dieksresi bersama empedu ke usus halus. Kolesterol dan trigliserid dalam usus halus akan diserap ke dalam enterosit mukosa usus halus. Trigliserid akan diserap sebagai asam lemak bebas. Kolesterol akan diserap sebagai kolesterol. Dalam mukosa usus halus asam lemak bebas akan diubah lagi menjadi trigliserid dan kolesterol akan mengalami esterifikasi menjadi kolesterol ester. Lipid dalam darah terdiri atas kolesterol, kolesterol ester, trigliserid, fosfolipid, dan asam lemak bebas.
Kolesterol adalah suatu jenis lemak yang ada dalam tubuh dan dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL (Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
HDL (high density lipoprotein) adalah bentuk LP yang memiliki komponen kolesterol paling sedikit. Dibentuk di usus dan hati, HDL ini akan menyerap kolesterol bebas dari pembuluh darah, atau bagian tubuh lain seperti sel makrofag, kemudian membawanya ke hati. VLDL (very low density LP) adalah LP yang dibentuk di hati yang kemudian akan diubah di pembuluh darah menjadi LDL (low density LP). Bentuk LP ini memiliki komponen kolesterol paling banyak dan akan membawa kolesterol tersebut ke jaringan seperti dinding pembuluh darah (Jeffry Tenggara, 2008).
Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu.
LDL mengandung lebih banyak lemak daripada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang "jahat" karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah.
Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang "baik" karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat.
 Konsentrasi kolesterol pada High-Dendity Lipoprotein (HDL) dan Low-Density (LDL)/Very-Low-Density (VLDL) Lipoprotein adalah predictor kuat untuk penyakit jantung koroner.  HDL fungsional menawarkan perlindungan dengan cara memindahkan kolesterol dari sel dan atheroma. Konsentrasi tinggi dari LDL dan konsentrasi rendah dari HDL fungsional sangat terkait dengan penyakit kardiovaskular karena beresiko tinggi terkena ateroklerosis. Keseimbangan antara HDL dan LDL semata-mata ditentukan secara genetikal, tetapi dapat dirubah dengan pengobatan, pemilihan makanan dan factor lainnya (Anonim, 2008). Kadar laboratorium :
·           Kolesterol total:
<200 : optimal
200-239 : diinginkan
>240 : tinggi
·            LDL
<100 : optimal
100-129 : mendekati optimal
>130 : tinggi
·            HDL
>40/>50 : optimal (pria/wanita)
·            Trigliserida
<150 : optimal
150-200 : medekati optimal
>200 : tinggi
Seperti yang telah disebutkan di atas lipid memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Namun, apabila terjadi keadaan hiperlipidemia, akan menyebabkan kelainan metabolisme lipid. Kelainan metabolisme lipid pada keadaan hiperlipidemia dapat terjadi pada tapak-tapak produksi atau penggunaan lipoprotein yang menyebabkan keadaan hipolipoproteinemia atau hiperlipoproteinemia (Murray, 2003).


ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق